Rumah Makan Juwono punya cara tersendiri untuk menarik minat pelanggan. Mereka menyajikan menu khas yang terbilang unik dan mungkin baru satu-satunya di Surabaya. Menu itu adalah Sop Skengkel Juwono. Anda bisa memilih skengkel buntut atau iga yang sama-sama mantapnya.
Bagi sebagian orang, menikmati sop buntut mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana jika sop buntut itu ditemani skengkel (tulang kaki sapi). Pada awalnya, tentu anda akan terheran-heran, terutama bagaimana cara memakannya. Namun, setelah tahu tekniknya, menikmati menu sop buntut skengkel ternyata merupakan kenikmatan tersendiri.
Menyeruput skengkel ini memang ada tekniknya. Agung, pemilik rumah makan mengatakan, sebelum menyeruput skengkel, terlebuh dulu harus memasukkan kuah sop ke dalam skengkel. Setelah itu, diaduk-aduk hingga agak encer. Barulah setelah itu bisa diseruput dengan sedotan yang telah disediakan. “Skengkel di tempat kami ini pilihan mas, dan kaya sumsum yang baik untuk penguatan tulang,” ujar Agung.
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, Agung mengaku telah mendapatkan stok khusus yang akan menyediakan skengkel setiap saat. Karena itu, pelanggan tak perlu khawatir kehabisan skengkel. “Kita sudah punya stok khusus yang menyuplai kebutuhan skengkel itu,” papar Agung.
Selain sop skengkel buntut, RM Juwono juga menyediakan sop skengkel iga. Kedua menu ini memang yang paling favorit di rumah makan, yang beralamat di Jl. Juwono, Surabaya itu. Selain baru satu-satunya di Surabaya, menu ini memiliki rasa yang unik segar dan gurih. Dagingnya pun, baik yang Iga maupun buntut sama-sama empuknya.
Kenikmatan itu pun makin lengkap lantaran harga yang dipatok pun tak terlalu mahal untuk ukuran seporsi sop skengkel yang cukup besar. Sop skengkel buntut harganya berkisar Rp, 25 ribuan. Sementara sop skengkel iga harganya berkisar Rp. 15 ribu hingga Rp. 20 ribu. “Selain kedua menu itu, kami menyajikan pula menu Ayam Bledek Pedas,” paparnya.
Rasa Lugas Khas Suroboyoan
Sop buntut skengkel khas Juwono memang memiliki rasa yang mantap. Rasa kuahnya segar, daging buntutnya empuk, ditambah skengkelnya yang banyak mengandung sumsum. Akan makin mantap dengan sambalnya yang superpedas. Boleh dibilang rasa sop buntut ini khas suroboyan, yang cenderung lugas: asin, gurih, dan asamnya begitu melekat di lidah.
Salah seorang pengunjung, Adi, 28 tahun, mengaku terpikat dengan Sop Buntut Skengkel Juwono. Menurutnya, sebagai penggemar sop buntut, ia bisa merasakan perbedaaan yang khas antara sop buntut skengkel Juwono dengan sop buntut lainnya.
“Ada rempah khas yang begitu kuat di sop buntut Juwono ini. Dan, inilah yang sangat membedakan dengan sop buntut lainnya. Kalau penasaran, boleh dicoba lha,” papar Edi, pegawai perusahaan swasta ini.
Sama halnya dengan Adi, pengunjung yang lain, Udin juga mengaku kesengsem dengan menu sop skengkel itu. Awalnya, kata Udin, ia penasaran lantaran menu ini terbilang aneh, terutama sajian skengkelnya. Karena penasaran, saya coba pesan. Ternyata enak juga. Kuahnya seger. Sumsumnya mantap,” terang Udin.
Begitu terpikatnya pengunjung dengan sajian menu khas ini, tak berlebihan kiranya jika RM Juwono menjadikan kedua menu ini sebagai andalan. Nah, jika anda penasaran untuk menikmati menu skengkel khas Juwono, datang saja ke depotnya di Jl. Juwono no 7-9, Surabaya. (sir)
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, Agung mengaku telah mendapatkan stok khusus yang akan menyediakan skengkel setiap saat. Karena itu, pelanggan tak perlu khawatir kehabisan skengkel. “Kita sudah punya stok khusus yang menyuplai kebutuhan skengkel itu,” papar Agung.
Selain sop skengkel buntut, RM Juwono juga menyediakan sop skengkel iga. Kedua menu ini memang yang paling favorit di rumah makan, yang beralamat di Jl. Juwono, Surabaya itu. Selain baru satu-satunya di Surabaya, menu ini memiliki rasa yang unik segar dan gurih. Dagingnya pun, baik yang Iga maupun buntut sama-sama empuknya.
Kenikmatan itu pun makin lengkap lantaran harga yang dipatok pun tak terlalu mahal untuk ukuran seporsi sop skengkel yang cukup besar. Sop skengkel buntut harganya berkisar Rp, 25 ribuan. Sementara sop skengkel iga harganya berkisar Rp. 15 ribu hingga Rp. 20 ribu. “Selain kedua menu itu, kami menyajikan pula menu Ayam Bledek Pedas,” paparnya.
Rasa Lugas Khas Suroboyoan
Sop buntut skengkel khas Juwono memang memiliki rasa yang mantap. Rasa kuahnya segar, daging buntutnya empuk, ditambah skengkelnya yang banyak mengandung sumsum. Akan makin mantap dengan sambalnya yang superpedas. Boleh dibilang rasa sop buntut ini khas suroboyan, yang cenderung lugas: asin, gurih, dan asamnya begitu melekat di lidah.
Salah seorang pengunjung, Adi, 28 tahun, mengaku terpikat dengan Sop Buntut Skengkel Juwono. Menurutnya, sebagai penggemar sop buntut, ia bisa merasakan perbedaaan yang khas antara sop buntut skengkel Juwono dengan sop buntut lainnya.
“Ada rempah khas yang begitu kuat di sop buntut Juwono ini. Dan, inilah yang sangat membedakan dengan sop buntut lainnya. Kalau penasaran, boleh dicoba lha,” papar Edi, pegawai perusahaan swasta ini.
Sama halnya dengan Adi, pengunjung yang lain, Udin juga mengaku kesengsem dengan menu sop skengkel itu. Awalnya, kata Udin, ia penasaran lantaran menu ini terbilang aneh, terutama sajian skengkelnya. Karena penasaran, saya coba pesan. Ternyata enak juga. Kuahnya seger. Sumsumnya mantap,” terang Udin.
Begitu terpikatnya pengunjung dengan sajian menu khas ini, tak berlebihan kiranya jika RM Juwono menjadikan kedua menu ini sebagai andalan. Nah, jika anda penasaran untuk menikmati menu skengkel khas Juwono, datang saja ke depotnya di Jl. Juwono no 7-9, Surabaya. (sir)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar