Kamis, 22 Desember 2011

Obsesi Effendi Pudjihartono, Pemilik Nasgor Kraton


Terdorong kecintaan terhadap masakan Indonesia, Effendi Pudjihartono memutuskan untuk mendirikan Kraton Resto dengan spesialisasi Nasi Goreng dan Mie Goreng. Obesesi besarnya adalah menjadikan nasi goreng/mie goreng go internasional. Seperti apa lika-liku perjalanannya?


Lahir dan besar di sebuah kampung di Surabaya, membuat Effendi Pudjihartono akrab dengan makanan kampung. Salah satu yang menjadi favoritnya adalah nasi goreng dan mie goreng. Kebetulan, di lingkungan tempat tinggalnya, terdapat beberapa penjual nasi goreng/mi goreng jawa dengan berbagai kreasi dan versi mereka masing masing dengan kelezatan tetap terasa khas.

Beranjak dewasa, Effendi makin mengintensifkan diri dalam memburu nasi goreng/mie goreng. Tidak hanya di lingkungan tempat tinggalnya, namun telah merambah ke area yang lebih luas di sekitar surabaya, di jalan Kapasan, Ondomohen, dan lainnya.

Dari pencarian rasa tersebut, ada beberapa hal yang mengganjal hati beliau dan terasa kurang tepat dalam berbagai hal, antara lain menyangkut hygine (kebersihan), mutu bahan baku yang digunakan, banyaknya porsi penyedap rasa yang selalu membuat haus setelah makan, sampai cara penyajian yang asal asalan.

Sekilas, ini mungkin bukan masalah besar bagi kebanyakan orang, namun bagi penggemar berat adi rasa ini sedikit terganggu. Inilah yang membuat Effendi semakin terobsesi untuk membuat sebuah restoran nasi goreng/mie goreng jawa yang bersih, sehat dan berkelas.

Ambisi itu Sempat Terkubur

Keinginan Effendi untuk membuka restoran nasi goreng/mie jawa sempat terkubur lama. Itu terjadi kala ia kuliah di luar negeri pada akhir tahun 1985 hingga 1990. Namun, di luar dugaan, justru insting dan kemampuan untuk memasak dan meracik bumbu lebih tersalurkan.

“Karena keterbatasan biaya, saya harus belajar untuk memasak makanan sendiri karena untuk makan di restoran Indonesia atau Asia lainnya jelas menguras kantong yang memang pas-pasan saat itu,” kenang Effendi.

Dengan kondisi yang pas-pasan itu, Effendi mulai belajar, autodidak. Ia memadukan berbagai experimen dari pengalaman rasa sebelumnya, observasi mengenai kebersihan, pengolahan makanan dan penyajian dengan standar internasional. Lambat laun, Effendi mulai bisa menciptakan dan mengubah resep-resep masakan Indonesia dengan koleksi rempah rempah yang sangat terbatas, namun bisa menghasilkan makanan yang lezat..

Tahun 1991, Effendi kembali ke Indonesia. Namun, karena latar belakang pendidikannya di bidang teknik, ia segera terbelenggu oleh kesibukan dalam merintis karier dan kemudian mengembangkan perusahaan yang didirikan. Kini, perusahaan itu berkembang menjadi grup perusahaan yang mencakup bidang Rekayasa Engineering, Proffessional Mould maker , Industri plastik, Plywood /woodworking Industry , jasa Import export dan Petro Chemical.

Kuliner itu Panggilan Jiwa

Namun, kecintaan terhadap masakan Indonesia, jiwanya tetap terpanggil untuk mendirikan sebuah restoran. Akhirnya, pada tahun 2004 bulan April, Effendi memutuskan untuk mendirikan "Kraton Resto" yang pertama dengan spesialisasi Nasi goreng/Mi goreng jawa. Kali pertama, restoran ini buka di Ruko Villa Bukit Mas RQ-02 dengan sambutan yang luar biasa dari masyarakat dan penggemar Nasi goreng/mi goreng.

Hanya saja, sambutan positif dari masyarakat itu tidak langsung membuat Effendi gegabah. Justru, ia sempat menghentikan usahanya itu sembari menyempurnakan diri dengan layanan dan manajemen yang lebih profesional. Ia ingin Konsep Kraton yang terus disempurnakan, bisa membuat masakan "Kampoeng" ini bisa diterima secara Internasional. Ia yakin bahwa nasi goreng jawa/mi goreng jawa akan bisa diterima semua kalangan apabila dikemas dalam konsep yang benar.

Proses pencarian pun kembali dilakukan Kraton Resto. Dengan pengalaman yang cukup, mulailah Effendi melakukan pencarian cita rasa sesungguhnya dari nasi Goreng jawa. Ia mulai dari penggunaan mie telor yang otentik dan diproduksi dengan resep asli dan standar kebersihan yang terbaik, bukan mie boraks yang mayoritas masih digunakan pedagang kaki lima pada umumnya. Ia menggunakan udang kupas daging, bukan udang kulit dan campuran terasi yang sering membuat iritasi pada tenggorokan usai makan. Ia gunakan kaldu asli dan bukan MSG atau penyedap masakan berlebih.

Pencarian ini ternyata memakan waktu lebih dari 4 tahun dimulai sejal tahun 2004 sampai dengan 2008 dan masih terus berlangsung hingga saat ini. Hasil dari pencarian tersebut dibukukan sebagai resep rahasi Kraton yang unik dan khas, yang berbeda dari Nasi goreng/Mi goreng jawa pada umumnya saat ini. Pelanggan kraton akan segera bisa membedakan Kraton dari yang lainnya. Karena ciri khas inilah, jumlah pelanggan terus bertambah dan datang dari pelbagai negara dan bangsa, mulai dari negara jiran Malaysia, Singapore, Taiwan sampai yang berasal dari Amerika.

Hingga saat ini tanpa terasa telah berdiri 8 Outlet Resto Kraton yang tersebar di beberapa lokasi di sekitar surabaya. Karena banyaknya permintaan untuk bekerjasama, sejak tahun 2007 Managemen Kraton telah merancang sistem managemen Franchise yang memungkin an dibukanya Outlet lain di luar surabaya namun dengan rasa yang sama di setiap outlet. (sir)


Baca Selanjutnya

Selasa, 20 Desember 2011

Kambing Super Empuk di Depot Ampel

Bosan dengan menu sehari-hari yang Indonesian Food melulu? Sesekali, bolehlah mencoba menu masakan khas Timur Tengah. Salah satu depot yang menyajikan menu Timur Tengah itu adalah Depot Ampel, yang lebih dikenal dengan olahan kambingnya yang empuk.
 
 
Depot Ampel yang berlokasi di jalan Walikota Mustajab ini dirintis oleh H.M. Fathony sejak 19 Oktober 1994. Nama Ampel, di ambil dari pemilik restoran ini yang berasal dari Ampel. Ampel adalah salah satu wilayah tertua dari kota Surabaya, dimana disana tumbuh dan berkembang berbagai macam etnik dan keturunan, mulai dari Jawa, Arab, India, Cina, Madura hingga Tionghoa
Depot ini terkenal dengan menu olahan kambing, yang sangat empuk. Salah satu yang jadi andalan adalah kambing oven. Sebelum dipanggang dalam oven, daging kambing direndam dengan bumbu terlebih dahulu sekitar 30 menit sehingga menghasilkan rasa yang memikat.
Selain kambing oven, nasi kebuli juga jadi favorit. Nasi ini berwarna coklat mirip nasi goreng. Bedanya, nasi kebuli ini dimasak dengan bumbu dan santan agar terasa gurih. Untuk penyajiannya, ditemani dengan krengsengan daging kambing di atasnya.
Tersedia pula menu khas Timur Tengah lain seperti kambing bakar, sate kambing, steak kambing, nasi goreng kambing, nasi briyani, kikil kambing, gule kambing, gule kacang ijo, sate buntel/rudal, sate sum-sum, dan nasi tomat dan roti maryam.

Perpaduan Timur Tengah & Bumbu Lokal
Meski menu-menu yang disajikan khas Timur Tengah, namun rempah yang digunakan tidak melulu khas Timur Tengah. Depot Ampel memadukan rasa antara masakan khas timur tengah dengan bumbu lokal sehingga dapat dinikmati oleh lidah orang Indonesia. Perpaduan bumbu rempah antara timur tengah dan rempah tanah jawa menghasilkan rasa yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Selain makanan, ada juga minuman khas di depot ini. Yang paling digemari pengunjung adalah teh rempah, kopi arab, dan es tamarin. Teh rempah terbilang unik karena menggunakan rempah sebagai bahan. Rasa teh ini segar dan berkhasiat untuk menghilangkan masuk angin.
Ada juga sambosa, yakni snack khas dari Timur Tengah bentuknya seperti martabak berbentuk segitiga dan berisi banyak daging kambing dan diberi potongan cabai hijau. Kita dapat memilih sendiri membeli sambosa itu dalam keadaan mentah siap goreng, atau sudah matang digoreng. Menu ini dijual seharga Rp 20 ribu per 10 buah.
Meski kapasitas tempat duduk tidak terlalu luas, hanya bisa menampung sekitar 20 orang, namun pengunjung yang datang bermacam-macam. Ada yang dari kalangan biasa, artis hingga pejabat. Bahkan, pemandu kuliner yang terkenal dengan ikon maknyuus, Pak Bondan Winarno juga penah mampir di warung ini.
Untuk harga tiap menu masakannya cukup beragam. Untuk masakan nasi, rata-rata Rp 18 ribu, masakan kuah rata-rata Rp 20 ribu, sop buntut daging sapi seharga Rp 22 ribu, steak seharga Rp 32 ribu, dan masih banyak lainnya. Penasaran. silahkan mencoba dan rasakan sensasi kenikmatan menu khas timur tengah yang benar-benar beda. (sir)

Daftar menu:
Makanan
  • Kambing Oven
  • Steak Kambing
  • Sate Kambing
  • Gulai Kambing
  • Kikil Kambing
  • Krengsengan
  • Nasi Kebuli
  • Nasi Goreng
  • Roti Maryam
  • Gulai Kacang Hijau + Roti Maryam
Minuman
  • Kopi Arab
  • Es Tamarin
  • Teh Rempah
  • Susu kambing komplit

Depot Ampel Surabaya
Jl Walikota Mustajab No.33B Surabaya
Telp. 031-5466462
Jam buka : 10.00-21.00 Wib (Senin-Sabtu), 10.00-18.00 Wib (Minggu)
 
Baca Selanjutnya

Obsesi Effendi Pudjihartono, Pemilik Nasgor Kraton


Terdorong kecintaan terhadap masakan Indonesia, Effendi Pudjihartono memutuskan untuk mendirikan Kraton Resto dengan spesialisasi Nasi Goreng dan Mie Goreng. Obesesi besarnya adalah menjadikan nasi goreng/mie goreng go internasional. Seperti apa lika-liku perjalanannya?
 
Lahir dan besar di sebuah kampung di Surabaya, membuat Effendi Pudjihartono akrab dengan makanan kampung. Salah satu yang menjadi favoritnya adalah nasi goreng dan mie goreng. Kebetulan, di lingkungan tempat tinggalnya, terdapat beberapa penjual nasi goreng/mi goreng jawa dengan berbagai kreasi dan versi mereka masing masing dengan kelezatan tetap terasa khas.
Beranjak dewasa, Effendi makin mengintensifkan diri dalam memburu nasi goreng/mie goreng. Tidak hanya di lingkungan tempat tinggalnya, namun telah merambah ke area yang lebih luas di sekitar surabaya, di jalan Kapasan, Ondomohen, dan lainnya.
Dari pencarian rasa tersebut, ada beberapa hal yang mengganjal hati beliau dan terasa kurang tepat dalam berbagai hal, antara lain menyangkut hygine (kebersihan), mutu bahan baku yang digunakan, banyaknya porsi penyedap rasa yang selalu membuat haus setelah makan, sampai cara penyajian yang asal asalan.
Sekilas, ini mungkin bukan masalah besar bagi kebanyakan orang, namun bagi penggemar berat adi rasa ini sedikit terganggu. Inilah yang membuat Effendi semakin terobsesi untuk membuat sebuah restoran nasi goreng/mie goreng jawa yang bersih, sehat dan berkelas.

Ambisi itu Sempat Terkubur
Keinginan Effendi untuk membuka restoran nasi goreng/mie jawa sempat terkubur lama. Itu terjadi kala ia kuliah di luar negeri pada akhir tahun 1985 hingga 1990. Namun, di luar dugaan, justru insting dan kemampuan untuk memasak dan meracik bumbu lebih tersalurkan.
“Karena keterbatasan biaya, saya harus belajar untuk memasak makanan sendiri karena untuk makan di restoran Indonesia atau Asia lainnya jelas menguras kantong yang memang pas-pasan saat itu,” kenang Effendi.
Dengan kondisi yang pas-pasan itu, Effendi mulai belajar, autodidak. Ia memadukan berbagai experimen dari pengalaman rasa sebelumnya, observasi mengenai kebersihan, pengolahan makanan dan penyajian dengan standar internasional. Lambat laun, Effendi mulai bisa menciptakan dan mengubah resep-resep masakan Indonesia dengan koleksi rempah rempah yang sangat terbatas, namun bisa menghasilkan makanan yang lezat..
Tahun 1991, Effendi kembali ke Indonesia. Namun, karena latar belakang pendidikannya di bidang teknik, ia segera terbelenggu oleh kesibukan dalam merintis karier dan kemudian mengembangkan perusahaan yang didirikan. Kini, perusahaan itu berkembang menjadi grup perusahaan yang mencakup bidang Rekayasa Engineering, Proffessional Mould maker , Industri plastik, Plywood /woodworking Industry , jasa Import export dan Petro Chemical.

Kuliner itu Panggilan Jiwa
Namun, kecintaan terhadap masakan Indonesia, jiwanya tetap terpanggil untuk mendirikan sebuah restoran. Akhirnya, pada tahun 2004 bulan April, Effendi memutuskan untuk mendirikan "Kraton Resto" yang pertama dengan spesialisasi Nasi goreng/Mi goreng jawa. Kali pertama, restoran ini buka di Ruko Villa Bukit Mas RQ-02 dengan sambutan yang luar biasa dari masyarakat dan penggemar Nasi goreng/mi goreng.
Hanya saja, sambutan positif dari masyarakat itu tidak langsung membuat Effendi gegabah. Justru, ia sempat menghentikan usahanya itu sembari menyempurnakan diri dengan layanan dan manajemen yang lebih profesional. Ia ingin Konsep Kraton yang terus disempurnakan, bisa membuat masakan "Kampoeng" ini bisa diterima secara Internasional. Ia yakin bahwa nasi goreng jawa/mi goreng jawa akan bisa diterima semua kalangan apabila dikemas dalam konsep yang benar.
Proses pencarian pun kembali dilakukan Kraton Resto. Dengan pengalaman yang cukup, mulailah Effendi melakukan pencarian cita rasa sesungguhnya dari nasi Goreng jawa. Ia mulai dari penggunaan mie telor yang otentik dan diproduksi dengan resep asli dan standar kebersihan yang terbaik, bukan mie boraks yang mayoritas masih digunakan pedagang kaki lima pada umumnya. Ia menggunakan udang kupas daging, bukan udang kulit dan campuran terasi yang sering membuat iritasi pada tenggorokan usai makan. Ia gunakan kaldu asli dan bukan MSG atau penyedap masakan berlebih.
Pencarian ini ternyata memakan waktu lebih dari 4 tahun dimulai sejal tahun 2004 sampai dengan 2008 dan masih terus berlangsung hingga saat ini. Hasil dari pencarian tersebut dibukukan sebagai resep rahasi Kraton yang unik dan khas, yang berbeda dari Nasi goreng/Mi goreng jawa pada umumnya saat ini. Pelanggan kraton akan segera bisa membedakan Kraton dari yang lainnya. Karena ciri khas inilah, jumlah pelanggan terus bertambah dan datang dari pelbagai negara dan bangsa, mulai dari negara jiran Malaysia, Singapore, Taiwan sampai yang berasal dari Amerika.
Hingga saat ini tanpa terasa telah berdiri 8 Outlet Resto Kraton yang tersebar di beberapa lokasi di sekitar surabaya. Karena banyaknya permintaan untuk bekerjasama, sejak tahun 2007 Managemen Kraton telah merancang sistem managemen Franchise yang memungkin an dibukanya Outlet lain di luar surabaya namun dengan rasa yang sama di setiap outlet. (sir)
Baca Selanjutnya